HORAS...! Selamat Datang di Website Resmi Desa Papande, Kec. Muara

Desa Papande

Kantor Desa Papande
Kecamatan Muara  Kabupaten Tapanuli Utara

Senin, 17 Juni 2019 08:38

Sejarah Desa

Sejarah Desa Papande

Asal-usul/Legenda Desa

          Desa Papande adalah nama suatu wilayah di Kecamatan Muara.

Kabupaten Tapanuli Utara ini yang menurut beberapa tokoh masyarakat dikenal karena Keberadaannya sebagai Pulau di tengah Perairan Danau Toba.

 

Oleh Karena rasa ingin tahu tentang keberadaan Pulau tersebut maka orang yang tinggal di muara menyebarang dan meneliti situasi Pulau tersebut. Dan ternyata pulau  tersebut layak di huni atau berpotensi untuk di olah menjadi lahan Pertanian kering.

 

Pada waktu jaman Penjajahan Belanda salah seorang Masyarakat berpengaruh di Pulau Sibandang ialah Op. Batu Dolok Rajagukguk dimana pada waktu itu cucu ( Pahompu ) sulungnya bernama Pardopur dan menurut cerita orang tua untuk membuat nama suatu Daerah adalah ditentukan oleh Tokoh Masyarakat tersebut maka ditetapkanlah Pulau Pardopur yang sekarang disebut Pulau Sibandang, sebagaimana kita dapati pada Peta.

 

Bahwa salah seorang cucu Pardopur bernama Sibandang Rajagukguk, itulah cikal bakal Pulau Pardopur dulu dan kini disebut Pulau Sibandang.               

 

Sertelah Indonesia Merdeka Pulau Sibandang di bagi menjadi Dua Wilayah Pemerintahan yaitu :

  1. Desa Papande.
  2. Desa Sibandang.

Maka yang pertama mendiami Desa Papande adalah kelompok – kelompok Masyarakat yaitu :  Marga Siregar.

Marga siregar tersebut membuka perkampungan masing – masing sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas sehari – hari. Perkampungan  marga tersebut dipimpin oleh salah seorang sesuai dari tingkat kekeluargaan atau biasa disebut Tunggane Huta.

 

Sumber mata pencaharian Masyarakat Desa Papande adalah Bertenun Ulos,  bertani dan Nelayan kecil,

 

Masyarakat petani menggarap lahan secara berpindah pindah yang menjadi cikal bakal lahan yang pernah di garapnya menjadi miliknya sendiri.

Masyarakat nelayan kecil tidak begitu tertarik untuk menggarap lahan pertanian karena hasil ikanmasih dapat membutuhi kebutuhan  Rumah tangga., akan tetapi setelah itu ikan langka di perairan danau toba maka para nelayan kecil berubah profesi menjadi petani yang menimbulkan masalah baru di desa Papande.